UNDESENSUS TESTIS/TESTIS TIDAK TURUN

Testis atau buah zakar adalah bagian tubuh yang sangat penting untuk laki-laki. Testis adalah kelenjar seksual lelaki yang memproduksi sperma dan hormon untuk reproduksi. Bila testis/buah zakar (salah satu atau keduanya) tidak turun ke kantung buah zakar/skrotum, maka hal ini disebut Cryptorchidism atau Undesensus testis. Kondisi ini dialami sekitar 4 anak dalam tiap 100 kelahiran, dan lebih sering ditemui pada bayi prematur.



Sumber: andrologyaustralia.org

TIPE UNDESENSUS TESTIS
1. KONGENITAL/BAWAAN
Kondisi ini terjadi sejak lahir. Kadang pada bayi yang prematur, hal ini disebabkan testis memang belum turun (penurunan testis lazimnya terjadi di bulan -8 kehamilan). Kelainan hormon dan gangguan genetik bisa berhubungan dengan kondisi ini 
2. DAPATAN/TERJADI SETELAH LAHIR
Kondisi ini terjadi setelah lahir. Awalnya testis berada di skrotum, namun saat anak bertambah besar, ternyata testis tidak berada di kantung nya lagi. Kondisi ini ditemui pada anak 1-10 tahun, dan hal ini disebabkan karena pemanjangan pembuluh testis (spermatic cord/funiculus sprematicus) yang tidak berimbang dengan pertumbuhan anak. Ketidakseimbangan pertumbuhan ini menyebabkan "tali" testis menjadi pendek, sehingga testis seolah tertarik ke atas.

PENGOBATAN
1. No treatment/observasi
Testis bisa ditunggu untuk turun sendiri sampai 3 bulan setelah lahir
2. Pembedahan
Jika usia anak sudah mencapai 6 bulan dan testis masih tidak turun,  maka dilakukan tindakan pembedahan. Tindakan  ini disebut sebagai "orchidopeksi". Orchidopeksi adalah tindakan menurunkan testis ke posisi normal yaitu di skrotum.

Bila testis tidak tidak berada di skrotum, ada beberapa potensi masalah kesehatan  yaitu:
(1) Testis terpuntir / torsio testis
(2) Gangguan pembentuka sperma. Hal ini disebabkan posisi testis yang tinggi di dekat perut tidak memiliki suhu optimal dalam proses pembentukan sperma.
(3) Hernia
(4) Risiko keganasan
(5) Low esteem (masalah psikologi)

APAKAH KONDISI INI TIDAK BISA DIBERI OBAT-OBATAN SAJA?
Penelitian yang dilakukan sejak tahun 1980-an menunjukkan bahwa terapi obat/hormonal tidak efektif, dan bahkan tidak dianjurkan. Saat ini, rekomendasi dari persatuan urologi anak Amerika maupun Eropa adalah orchidopeksi jika dalam usia 6 bulan testis ternyata tidak turun ke skrotum (silakan klik di hyperlink yang tersedia untuk melihat guidelines-nya). 

SIMPULAN
(1) Ada beberapa sebab mengapa testis tidak turun
(2) Jika testis tidak turun sampai usia anak 6 bulan, maka perlu dilakukan tindakan pembedahan
(3) Diiskusikan kondisi testis anak Anda saat diperiksa oleh petugas kesehatan. Don't miss it!


TENTANG KAMI


Kami adalah grup dokter bedah anak muda yang bertujuan membangun informasi kesehatan khususnya pada anak dengan masalah pembedahan. Saat ini, kami masih dalam tahapan "belajar" untuk menulis, namun kami berusaha sebaik-baiknya agar informasi yang diberikan akurat, up to date dan mudah dimengerti.

Portal ini sama sekali tidak mengganti diskusi pembaca dengan dokter/tenaga kesehatan. Mohon baca disclaimer berikut:

Disclaimer 
This information is intended to support, not replace, discussion with your doctor or healthcare professionals. The authors of these consumer health information handouts have made a considerable effort to ensure the information is accurate, up to date and easy to understand. We accepts no responsibility for any inaccuracies, information perceived as misleading, or the success of any treatment regimen detailed in these handouts. Information contained in the handouts is updated regularly and therefore you should always check you are referring to the most recent version of the handout. The onus is on you, the user, to ensure that you have downloaded the most up-to-date version of a consumer health information handout.

Saran, diskusi dari pembaca atau rekan sejawat sangat kami hargai. Enjoy our little portal!

SEPUTAR KULUP/PREPUTIUM ANAK

Sunat atau sirkumsisi merupakan praktik yang telah sejak lama dilakukan pada anak lelaki.  Dari tahun 2420 SM sudah ada catatan mengenai ritual tradisi  operasi  kulup ini! Sebagian kulup dibuang, sehingga glans penis tidak tertutupi oleh kulit lagi. Sekitar 30% lelaki di dunia ini disunat, dan sebetulnya, yang disunat dengan indikasi medis hanyalah <1%. [1]

HERNIA ANAK

Hernia berarti adanya penonjolan organ tubuh (biasanya usus atau selaput lemak perut) melalui suatu celah pada dinding perut. Hernia yang paling terjadi adalah di lipat paha (hernia inguinal), dan bahkan seringkali mencapai kantung buah zakar (skrotum).

Kejadian hernia ini cukup sering, sekitar 1-5% pada anak, dan lebih sering pada anak lelaki.

Merawat Anak Anda setelah Sirkumsisi/Sunatan

Satu hal yang pasti menjadi perhatian orangtua adalah bagaimana merawat penis anak setelah sunat atau sirkumsisi. Tulisan berikut dirangkum dari percakapansehari-hari dengan orangtua dan pasien seputar perawatan pasca khitan/sunat.

Test post 1


Test post 1.